Articles

Seberapa Sering Kita Harus Mengganti Spons Cuci Piring?

Di antara sekian banyak peralatan dapur yang rutin digunakan, spons cuci piring adalah salah satu peralatan yang Anda gunakan setiap hari. Bahkan dalam waktu sehari Anda bisa menggunakan alat cuci piring ini beberapa kali.
Sayangnya, banyak ibu rumah tangga yang jarang mengganti spons dan lebih memilih untuk mencucinya supaya bersih. Sebenarnya, seberapa sering Anda harus mengganti spons cuci piring di dapur?

Kapan harus mengganti spons cuci piring?

Membersihkan spons cuci piring memang kerap terabaikan dalam pekerjaan rumah tangga.

Anda pasti berpikir karena fungsinya untuk mencuci peralatan makan dan masak yang kotor dan setiap hari selalu terkena sabun, maka spons dianggap aman dari kuman maupun bakteri. Percaya atau tidak, spons justru merupakan salah satu benda di dalam rumah yang paling kotor selain kran air, kain lap dan wastafel.

Jika Anda memiliki kebiasaan buruk jarang mengganti spons cuci piring di dapur, sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini.

Anda sebaiknya tidak menggunakan spon cuci piring setelah dipakai seminggu. Itu artinya, Anda harus mengganti spons cuci piring satu minggu sekali.

Mengapa? Karena ternyata benda yang berguna untuk membersihkan peralatan makan dan masak tersebut merupakan tempat favorit bagi kuman untuk berkembang biak.Penelitian ini menemukan bahwa alat pembersih di dapur yang satu ini menyimpan jumlah bakteri yang sangat tinggi.

Spons cuci piring adalah ‘rumah’ bagi bakteri

Spons cuci piring adalah tempat favorit mikroorganisme karena memiliki area permukaan yang besar, basah, dan disimpan di lingkungan dapur yang hangat. Kotoran dan sisa-sisa makanan yang tertinggal di spons juga menjadi makanan bagi bakteri.

Masih dari penelitian yang sama, ditemukan fakta bahwa spons dapur bekas, meski yang kondisinya masih terlihat bagus, bisa menjadi ‘rumah’ bagi hampir lima triliun bakteri. Banyaknya jumlah bakteri ini, membuat spons cuci piring bahkan lebih kotor dari limbah toilet.

Setiap sentimeter kubik jaringan spons mengandung tujuh sampai delapan kali lebih banyak bakteri daripada jumlah manusia yang tinggal di bumi. Dari sekian banyak bakteri tersebut, para peneliti menemukan beberapa jenis yang dapat membahayakan anak-anak dan orangtua.

Jadi penting bagi para ibu yang memiliki anak atau orangtua, terlebih yang sedang sakit, untuk mengganti spons secara rutin seminggu sekali. Jika tidak, bakteri patogen seperti E. coli dan Salmonella yang ada dalam spons mungkin bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, terlebih jika bakteri tertinggal di cucian piring Anda.

Adakah cara untuk membersihkan spons cuci piring di dapur?

 

Membilas spons dengan air bersih setelah digunakan, tidak cukup untuk menyingkirkan kuman-kuman yang menempel pada rongga maupun pori-porinya.

Ketika Anda membersihkan wastafel atau bagian dapur lainnya dengan spons setelah mencuci piring, Anda berpotensi memindahkan kuman dari permukaan yang satu ke lainnya. Besar kemungkinannya bakteri ikut tersebar ke area tersebut.

Jika membilas spons hanya dengan air tidak cukup, lantas apa yang seharusnya dilakukan untuk membuat spons bebas dari bakteri? Ada beberapa cara yang bisa dicoba. yakni dengan merendam spons di dalam air yang telah diberi cairan pemutih. Diamkan selama beberapa menit, lalu angkat dan keringkan.

Untuk lebih memastikan kebersihannya Anda juga bisa mencuci spons di mesin cuci menggunakan produk pembersih seperti deterjen. Jika Anda tak punya banyak waktu untuk melakukan kedua cara di atas, Anda bisa mencoba langkah yang lebih mudah. Setelah digunakan, bilas spons dengan air bersih lalu peras untuk mengeluarkan air di dalam spons. Kemudian jemur spons di bawah sinar matahari hingga kering.

Namun, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mengganti spons cuci piring Anda seminggu sekali. Lagipula, daya pakai spons pada dasarnya memang tidak terlalu lama. Anda sebaiknya mengganti spons setiap satu hingga tiga minggu sekali. Jika spons sudah berbau atau rontok, itu tandanya sudah perlu diganti meskipun belum lama digunakan karena kemampuan membersihkannya tidak lagi maksimal.

Agar lebih praktis dan higienis anda bisa menggunakan produk Soap Dispenser yang berguna sebagai wadah spons sekaligus tempat menyimpan cairan sabun. Selain ukurannya yang minimalis produk ini juga bisa menjadi solusi untuk  meminimalisir bakteri karena spons dan cairan bekas sabun tidak tercampur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *